Pra-pengolahan Air & IPAL untuk PLTU Malinau – Solusi Terintegrasi

Tangki Clarifier Unit WWTP dan Pre-treatment di PLTU Malinau, Kalimantan Utara

Sistem WTP dan IPAL PLTU memegang peranan vital dalam operasional harian Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Manajemen air yang terintegrasi sangatlah dibutuhkan. Pertama, sistem ini menjaga pasokan air bersih yang stabil bagi pendingin dan boiler. Kedua, sistem ini berfungsi mengelola limbah cair (effluent). Dengan demikian, perusahaan dapat mencegah pencemaran lingkungan secara efektif.

Pada tahun 2020, PT Mizui Osmosa Teknovasi dipercaya oleh PT Waskita Karya. Kami melaksanakan proyek strategis di Malinau, Kalimantan Utara. Proyek ini menuntut integrasi sistem yang kompleks. Cakupannya meliputi pengolahan air baku (Pre-treatment), demineralisasi, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP).

Tantangan Desain WTP dan IPAL PLTU Malinau

Lokasi proyek berada di kawasan industri strategis Malinau. Oleh sebab itu, tantangan utamanya adalah mengolah air sungai dengan kekeruhan yang fluktuatif. Kami harus mengubahnya menjadi air yang memenuhi standar operasional pembangkit listrik.

Selain itu, dalam merancang sistem WTP dan IPAL PLTU ini, kami harus mematuhi mandat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Setiap tetes air limbah yang dilepas kembali ke alam wajib memenuhi baku mutu. Tujuannya adalah agar ekosistem sekitar tidak rusak.

Spesifikasi Teknis WTP dan IPAL PLTU Terintegrasi

Sebagai kontraktor spesialis, kami merancang solusi total. Selanjutnya, kami membagi sistem menjadi tiga tahap utama untuk menjamin efisiensi:

  • Pra-pengolahan Air (Water Pre-treatment) – Kapasitas 45 m³/jam: Unit ini berfungsi sebagai garis pertahanan pertama. Prosesnya meliputi koagulasi, flokulasi, dan filtrasi untuk menghilangkan padatan tersuspensi.

  • Sistem Demineralisasi – Kapasitas 2 x 2,4 m³/jam: Kemudian, air yang telah dijernihkan diproses menggunakan teknologi Penukar Ion. Hasilnya adalah air demineralisasi murni untuk umpan boiler.

  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) – Kapasitas 5 m³/jam: Unit ini menangani limbah cair operasional. Sistem ini memastikan parameter polutan seperti pH dan COD dinetralisasi. Akhirnya, air aman dibuang ke badan air penerima.

Manfaat Implementasi WTP dan IPAL PLTU

Proyek ini telah berhasil diserahterimakan pada Juli 2020. Penerapan sistem WTP dan IPAL PLTU yang terintegrasi ini memberikan manfaat nyata. Khususnya bagi kelancaran operasional di lokasi proyek:

  • Efisiensi Operasional: Ketersediaan air bersih yang stabil menjaga turbin dan boiler bekerja optimal.

  • Kepatuhan Lingkungan: Di sisi lain, sistem WWTP menjamin operasional aman dari risiko sanksi.

  • Kemudahan Pemeliharaan: Desain sistem yang terpusat memudahkan pemantauan harian bagi para operator.

Membutuhkan Solusi Pengolahan Air Terintegrasi?

PT Mizui Osmosa Teknovasi siap menjadi mitra rekayasa andalan Anda. Kami memiliki pengalaman luas dalam menangani proyek kompleks di sektor energi, minyak & gas, serta manufaktur.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami mengenai kebutuhan Pengolahan Air atau Limbah perusahaan Anda. Hubungi tim ahli kami hari ini untuk survei dan konsultasi.

Bagikan artikel ini: